Tampilkan postingan dengan label inspirasiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasiku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2009

Indah Pada Waktunya

Beberapa waktu yang lalu saya menyempatkan diri walking-walking mengunjungi teman-teman, tapi maaf yah plen gak ninggalin jejak...hehe, cuma sekedar baca-baca doang... coz saya suka membaca, tapi terkadang gak punya banyak waktu untuk menyalurkan hobi ini... kemarin saya menemukan sebuah untaian kata yang pass dengan apa yang saya rasakan saat ini...
seperti apa?? ini dia
... **jeng....jeng...jeng...**

Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Allah memberi ku kaktus berduri
Aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik, Allah memberi ku ulat berbulu

Aku sempat sedih, protes dan kecewa

Betapa tidak adilnya ini…


Namun, kemudian kaktus itu berbunga… sangat indah
Ulat itupun tumbuh dan berubah menjadi lupu-kupu yang teramat cantik


Itulah jalan Allah
Indah pada waktunya...

Allah tidak memberi apa yang kita harapkan
Tapi Allah memberi apa yang kita perlukan


Kadang kita sedih, kecewa, terluka,

Tapi jauh diatas segalanya Allah sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita!!


Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar
Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur atas karunia Allah
Amiiiien....

Senin, 05 Januari 2009

Andai Dia Tahu

Aku mencintaimu seperti sebuah hadiah ulang tahun. Terbungkus rapi terlilit pita mungil. Tetapi tanggalnya tidak diketahui. Sehingga kado itu tersimpan saja di pojok gelap lemari. Dingin dan bisu.


Aku mencintaimu seperti bintang kecil di angkasa. Ketika matahari terbit engkau tidak bisa melihatnya. Tetapi ia ada disana, melihatmu berjalan dan tertawa. Mengetahui saat malam sepi kepalamu tengadah menatap langit dengan mata berkaca.


Aku mencintaimu seperti bunga rumput liar. Di hijau semak belukar berdiri tegak. Hanya engkau yang melihatnya. Warna kuning itu. Berlutut tersenyum mengagumi lalu membiarkan keindahan itu tetap pada tempatnya.


Aku mencintaimu seperti berjuta kata yang tak terucapkan. Disampaikan dengan bahasa diam bersisian. Memikirkan kata yang terbaik untuk dinyatakan tetapi tak pernah ditemukan.


Aku mencintaimu seperti permainan di sore hari. Suka cita, tertawa, menangis dan perkelahian. Serasa waktu tidak ingin berakhir. Tetapi matahari tenggelam di ufuk barat. Langit menjadi merah. Ibu memanggil untuk segera mandi. Sudah waktunya untuk pulang.


Ditulis oleh Helfi Amalia (My Lovely sista) ^_^